Earthquake 1790920 1280

Menanggapi terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 5,9 di kedalaman 32 km pada Sabtu pagi (18 Mei 2019), pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kondisi geologi daerah yang terkena gempa bumi di wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya, yang merupakan daerah terdekat dengan lokasi pusat gempa bumi, tersusun oleh endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan gunungapi dimana sebagian dari batuan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan.

Endapan Kuarter dan batuan tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lunak, urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek goncangan, sehingga rawan terhadap goncangan gempa bumi.

Sedangkan jika dilihat berdasarkan posisi lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, menurut PVMBG, kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas penunjaman (subduksi) pada zona megathrust.

Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 08.51 WIB tersebut tidak menimbulkan tsunami, karena diperkirakan tidak terjadi dislokasi bawah laut.

Gempa bumi ini terekam dan terasa di Pos PGA Gunung Galunggung pada skala II - III MMI. Guncangan gempa bumi terasa di daerah Pangandaran, Tasikmalaya, Cilacap, Banyumas, Karangkates, Blitar, Tulungagung dan Kediri pada skala II-III MMI.

Lebih lanjut pihak PVMBG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas pemerintah dan BPPD setempat.

Masyarakat juga diminta untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Meski demikian masyarakat yang terdampak gempa bumi diminta agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Comments powered by CComment