19 06 12 21 18 47 290 Deco

Pagelaran Feria Internacional de las Culturas Amigas (FICA) atau Festival Kebudayaan dan Persahabatan Internasional 2019 yang berlangsung selama 17 hari di ibukota Meksiko, Mexico City, menyajikan berbagai macam kegiatan yang menarik para pengunjung.

Selain festival kuliner dan kerajinan tangan yang diikuti 90 negara, ada juga persembahan seni dan budaya dari negara-negara peserta termasuk Indonesia yang menampilkan kesenian tradisional musik angklung dan Tari Saman pada 7 Juni 2019 melalui Grupo Pakoe Ningrat binaan KBRI Mexico City.

19 06 12 21 13 42 234 DecoStand Indonesia dalam FICA 2019 (Foto: Charles Panahatan Pasaribu)

Selain itu dalam FICA 2019 kali ini Indonesia juga turut berpartisipasi dalam salah satu acara diskusi yang bertajuk "El Oriente, que es nuestro norte” (Timur, sebagai kiblat kita yang baru) yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan Meksiko.

Dalam diskusi yang berlangsung pada 8 Juni 2019 tersebut, Fitra Ismu Kusumo dari Indonesia, yang juga pendiri Grup Gamelan Indra Swara, hadir sebagai pembicara bersama dengan sejumlah panelis dari negara-negara lainnya seperti Maroko, Iran, India, Argentina, Prancis dan Libanon.

Gamelan Indra Swara merupakan grup promotor seni dan budaya Indonesia di Meksiko yang didirikan oleh Fitra Ismu Kusumo pada tahun 2002.

19 06 12 21 16 35 715 Deco
Tari Saman dan musik angklung turut menyemarakan FICA 2019 (Foto: Putri Natasya Caesarina)

Menurut Fitra, diskusi ini bertujuan untuk mendorong pengetahuan warga Meksiko mengenai pentingnya negara-negara timur sebagai pasar baru, kiblat baru bagi Meksiko, terutamanya di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya yang selama ini lebih didominasi oleh negara-negara utara seperti Amerika Serikat, Kanada dan Eropa.

Diungkapkan Fitra, dalam diskusi tersebut pihak moderator antara lain menanyakan apa yang harus dilakukan pemerintah Meksiko agar Indonesia lebih dikenal di negeri sombrero. Selain itu dipertanyakan pula mengapa Indonesia tidak begitu banyak dikenal di Meksiko jika dibandingkan dengan negara-negara tetangganya seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea, Jepang dan lain-lain.

Fitra menjelaskan bahwa jawaban dari semua pertanyaan tersebut memiliki variable yang sangat luas, namun yang terpenting adalah kebijakan politik luar negeri Indonesia sendiri, politik pencitraan Indonesia yang ingin dibangun rezim pemerintah di Indonesia.

Sebagai contoh misalnya Korea Selatan yang 10 tahun terakhir berhasil menciptakan citra baru K-pop melalui ekspor besar-besaran di bidang industri kreatif mereka dari mulai drama TV Korea, musik hingga film-film Korea.

Sementara Meksiko sendiri dianggap berhasil ketika melakukan pencitraan mereka di luar negeri melalui telenovela.

Pencitraan sebuah negara juga didukung variable-variable lain seperti jumlah migrant di negara tersebut. Di Meksiko misalnya, migrant dari negara seperti Arab, China dan Korea yang berhasil masuk dan menyatu di strata sosial Meksiko.

Hal itu dapat dilihat dari menjamurnya sejumlah restoran dari negara-negara tersebut yang turut menjadi faktor penting bagi pencitraan negara asal mereka di negeri Mariachi.

19 06 12 21 21 46 590 Deco
Fitra Ismu Kusumo dari Grup gamelan Indra Swara (Foto: Dokumen pribadi)

Sedangkan pencitraan Indonesa di Meksiko untuk bidang kebudayaan bisa dilihat dari kegiatan-kegiatan dan promosi Indonesia yang dipelopori oleh grup Indra Swara yang sejak tahun 2002 mempromosikan budaya dan citra Indonesia melalui seni tari gamelan dan wayang.

Diakui Fitra, Meksiko memang perlu melakukan diversivikasi pasar dan kiblat pengetahuan agar tidak terkungkung dengan budaya barat.

Diversifikasi pengetahuan dan pasar produk nantinya dapat berguna bagi Meksiko sendiri atas ketergantungan mereka dibidang ekonomi dari negara-negara seperti Amerika serikat, Kanada dan negara-negera Eropa.

Comments powered by CComment