Tsunami

Masyarakat yang bermukim di sekitar pantai selatan Jawa mengaku resah dan cemas terkait dengan adanya informasi yang beredar di sejumlah media massa dalam negeri mengenai potensi akan terjadinya gempabumi besar dengan kekuatan 8,8 SR yang diikuti oleh tsunami setinggi 20 meter di pantai Cilacap, Yogyakarta sampai Jawa Timur.

Menanggapi keresahan masyarakat tersebut, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akhirnya mengeluarkan siaran pers untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

Dalam press releasenya pihak BMKG menegaskan bahwa Indonesia sebagai wilayah yang aktif gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan.

Sampai dengan saat ini masih belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat, khususnya mengenai kapan waktu terjadinya, dimana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak bisa memprediksi terjadinya gempa bumi.

Berdasarkan kajian para ahli bahwa zona megathrust selatan Jawa memiliki potensi gempa bumi dengan magnitudo maksimum 8.8, namun hal tersebut merupakan potensi dan bukanlah prediksi, sehingga dengan demikian kapan terjadinya tidak ada yang tahu.

Untuk itulah pihak BMKG mengajak semua pihak untuk melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural dengan membangun bangunan aman gempa, melakukan penataan tata ruang pantai yang aman tsunami, serta membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami.

Lebih jauh pihak BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar.

Screenshot 20190721 145059

Siaran pers BMKG

Comments powered by CComment