Whatsapp Image 2019 09 17 At 12044 Pm

Pemerintah Indonesia berencana menyiapkan hujan buatan untuk mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang semakin mengkhawatiran di negara tersebut.

Menurut laporan Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, saat ini kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan menjadi faktor penghambat proses penguapan sebagai syarat terbentuknya awan. Asap tertahan dan malayang di angkasa sehingga sinar matahari tidak tembus ke bumi dan proses penguapan air terhambat.

Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi pertumbuhan awan memang masih sulit terjadi. Sedangkan upaya penyemaian garam (NaCl) sebagai syarat untuk membuat hujan buatan sendiri dibutuhkan awan yang mencapai minimal 80%.

Terkait hal tersebut, pihak BNPB berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan BMKG menerapkan modifikasi teknologi sebagai upaya menghilangkan asap kebakaran hutan dan lahan dengan menggunakan Kalsium Oksida atau kapur tohor aktif (CaO) yang bersifat eksotermis (bersifat mengeluarkan panas).

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto menjelaskan, nantinya kapur tohor ditaburkan di gumpalan asap sehingga dapat mengurai partikel kebakaran hutan dan lahan serta gas. Akibatnya asap hilang dan radiasi matahari bisa menembus ke permukaan bumi. Diharapkan setelah konsentrasi asap berkurang, awan akan terbentuk sehingga garam bisa ditebar untuk menghasilkan hujan buatan.

Pihak BPPT sendiri telah menyiapkan 40 ton kapur tohor aktif yang telah disiagakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Setelah mendapat arahan, maka pihak BPPT bisa menerbangkan kapur tersebut ke beberapa provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Untuk menaburkan kapur tersebut, BPPT akan menggunakan tiga jenis pesawat yakni Cassa 212 dengan kapasitas 800 kilogram, CN 295 dengan kapasitas 2.4 ton dan pesawat Hercules C 130 dengan kapasitas 4-5 ton.

Sebelumnya Kepala BNPB, Doni Monardo menegaskan bahwa permasalahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa hanya ditangani dengan menggunakan pemadaman darat dan udara saja. Solusi dalam mengatasi bencana ini adalah hujan. Sedangkan BMKG telah memprediksi bahwa musim hujan baru akan masuk pada pertengahan bulan Oktober. Oleh karena itu, hujan buatan harus segera dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Comments powered by CComment