Forest Fire 62971 1280

Jumlah luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayah Indonesia dari Bulan Januari hingga Agustus 2019 telah mencapai 328.724 hektar.

Berdasarkan laporan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu, 21 September 2019 pukul 16.00 WIB, dari seluruh luas hutan dan lahan yang terbakar tersebut, terpantau 2.288 titik panas tersebar di enam provinsi.

IMG 20190921 202137

Infografis Karhutla di Indonesia (Sumber: BNPB)

Ke-6 provinsi tersebut antara lain Provinsi Riau dengan luas hutan dan lahan yang terbakar sampai Bulan Agustus mencapai 49.266 hektar. Jumlah titik panas yang terpantau 114 titik.

Saat ini Provinsi Riau dalam status siaga darurat Karhutla terhitung dari 19 Februari 2019 hingga 31 Oktober 2019. Indeks standar pencemar udara (ISPU) di provinsi tersebut mencapai angka 314, dengan kualitas udara berbahaya.

Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 - 50), sedang (51 - 100), tidak sehat (101 - 199), sangat tidak sehat (200 - 299), dan berbahaya (lebih dari 300).

Sementara itu Provinsi Jambi dalam status siaga darurat terhitung mulai 23 Juli hingga 20 Oktober 2019. Luas Karhutla hingga Bulan Agustus mencapai 11.022 hektar. Sedangkan titik panas yang terpantau sebanyak 408 titik. ISPU di wilayah Jambi mencapai angka 238, dengan kualitas udara sangat tidak sehat.

Di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) jumlah Karhutla hingga Agustus seluas 11.826 hektar dengan jumlah titik panas yang terpantau sebanyak 219 titik. Sumsel saat ini masih berstatus siaga darurat terhitung mulai 8 Maret hingga 31 Oktober 2019. ISPU di Sumsel tercatat di angka 155 dengan kualitas udara tidak sehat.

Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) juga berstatus siaga darurat dari 12 Februari hingga 31 Desember 2019. Luas Karhutla di provinsi tersebut sampai dengan Agustus mencapai 23.900 hektar dengan titik panas yang terpantau sebanyak 266 titik. Indeks standar pencemar udara di Kalbar mencapai angka 324 dengan kualitas udara berbahaya.

Provinsi berikutnya yang mengalami kebakaran hutan dan lahan adalah Kalimantan Tengah (Kalteng). Kalteng dalam status siaga darurat dari 28 Mei hingga 26 Agustus 2019. Luas Karhutla di provinsi tersebut berdasarkan data hingga Bulan Agustus mencapai 44.769 hektar. Sedangkan jumlah titik panas yang terdeteksi sebanyak 810 titik. Indeks standar pencemar udara di Kalteng mencapai 409 dengan kualitas udara yang berbahaya.

Provinsi lain yang berada dalam status siaga darurat Karhutla adalah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terhitung dari 1 Juni hingga 31 Oktober 2019. Luas Karhutla yang tercatat hingga Agustus sebanyak 19.490 hektar dengan 74 titik panas yang terpantau. Indeks standar pencemar udara di Kalsel menunjukan angka 22 dengan kualitas udara dalam kondisi baik.

Comments powered by CComment