Tsunami Warning

Masyarakat yang tinggal di Kota Ambon, Teluk Piru, Saparua dan sekitarnya resah terkait dengan beredarnya informasi yang menjadi viral di media sosial yang menyebut akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua.

Menanggapi rumor tersebut, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau berita bohong (hoax).

Menurut BMKG dalam siaran persnya, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat, dan akurat kapan, di mana dan berapa kekuatannya.

Karena itulah pihak BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar namun tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi gempabumi dan tsunami hanya berasal dari sumber resmi BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Screenshot 20190928 123416

Siaran pers BMKG

Sementara itu hingga hari Jumat 27 September 2019 pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempabumi Kairatu, Ambon, dan Haruku berkekuatan M=6,5 yang terjadi pada 26 September 2019 menunjukkan telah terjadi 264 kali dengan magnitudo terbesar M=5,6 dan terkecil M=3.0. Secara statistik, frekuensi kejadian gempa cenderung semakin mengecil.

Berdasarkan update terbaru terkait Gempa Kairatu seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG/ Vice President HAGI Divisi Mitigasi Bencana Kebumian, Dr. Daryono, rentetan aktivitas gempa yang terjadi di Kairartu, Haruku, Masohi dan Ambon saat ini murni merupakan gempa susulan yang merupakan produk bekerjanya gaya tektonik pasca terjadinya pergeseran (deformasi) yang dahsyat untuk kembali kepada posisinya semula atau mencari posisi baru yang stabil.

Hingga hari Minggu pagi 29 September 2016 pukul 7.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Kairatu berkekuatan M=6,5 menunjukkan telah terjadi 597 kali aktivitas gempa susulan, 69 diantaranya guncangannya dirasakan oleh masyarakat.

Comments powered by CComment