Earthquake 1790917 1280

Terkait dengan terjadinya aktivitas gempa "triplet", yaitu 3 gempa kuat yang terjadi pada lokasi berdekatan dengan kekuatan yang hampir sama, di Mindanao Filipina Selatan, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui siaran persnya mengingatkan bahwa potensi gempa serupa dapat terjadi di wilayah Indonesia.

Rentetan gempa Mindanao dan beberapa aktivitas gempa yang destruktif di wilayah Indonesia akhir-akhir ini seperti gempa Lombok pada Juli-Agustus 2018, gempa Palu pada 28 September 2018 dan gempa Ambon yang terjadi pada 26 September 2019 bersifat destruktif yang diakibatkan oleh sesar aktif.

Sedangkan di wilayah Indonesia terdapat lebih dari 13 segmentasi zona megathrust dan lebih dari 295 segmentasi sesar aktif yang perlu untuk diwaspadai.

Dengan jumlah lebih dari 295 sesar aktif, peningkatan kewaspadaan tehadap potensi gempa sangatlah diperlukan, utamanya bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur sesar aktif.

Pasalnya sumber gempa sesar aktif ini menjadi ancaman bagi masyarakat karena lokasinya yang berada di daratan dan berdekatan dengan tempat kita tinggal.

Berikut daftar zona potensi aktif gempa di wilayah Indonesia yang perlu diwaspadai berdasarkan aktivitas gempabumi di Indonesia selama Bulan Oktober 2019, yaitu Mentawai-Nias, Bengkulu, Selatan Jawa, Bali, Lombok, Sumba, Ambon-Seram, Laut Maluku dan Mamberamo Papua.

 

Sumber:

https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=siaran-pers-gempabumi-melanda-mindanao&tag=press-release&lang=ID

Comments powered by CComment