Plastic Garbage

Ibu kota Meksiko, Mexico City, resmi melarang penggunaan kantong plastik terhitung sejak Rabu, 1 Januari 2020 lalu.

Pembatasan penggunaan plastik tidak hanya terbatas pada kantong plastik saja, tetapi juga meliputi seluruh benda-benda yang terbuat dari plastik untuk sekali pakai, seperti peralatan makan, gelas dan sejenisnya.

Menurut Direktur Jenderal Pengkajian Dampak Lingkungan dan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup Mexico City (Sedema), Andrée Lilian Guigue Pérez, kantong plastik sekali pakai tidak akan diizinkan untuk dijual atau diberikan kepada konsumen. Masyarakat selaku pembeli pun diminta untuk menolak jika diberikan jenis kantong plastik tersebut oleh pihak penjual.

Berdasarkan laporan Sedema, dari 13.000 ton sampah per hari yang dihasilkan di Mexico City, hanya 1.900 ton saja sampah yang dapat didaur ulang. Dengan adanya pembatasan kantong plastik sekali pakai tersebut diharapkan agar limbah sampah dapat menurun menjadi 2.000 ton per hari pada tahun 2024 mendatang dan pada tahun 2030 Mexico City diharapkan akan menjadi kota bebas sampah.

Sebenarnya sejak Bulan Agustus 2010 lalu pemerintah Meksiko telah melakukan pembatasan penggunaan plastik untuk jenis plastik non-biodegradable, yang ditambahkan secara bertahap oleh negara-negara bagian. Namun pada awal tahun 2020, larangan penggunaan kantong plastik mencakup juga jenis plastik yang dapat terurai secara hayati.

Meski disebut dapat terurai secara hayati namun jenis kantong plastik ini sebenarnya tidak dapat terurai secara hayati. Pasalnya kantong plastik tersebut hanya hancur menjadi partikel plastik yang membutuhkan waktu yang sama atau bahkan lebih lama untuk terurai dan tidak mungkin didaur ulang.

Karena itulah pemerintah Meksiko hanya mengizinkan penggunaan jenis plastik kompos, yaitu plastik yang diproduksi dari tepung nabati atau kantong tekstil yang dapat dipergunakan berulang kali.

Pemerintah Kota Meksiko menetapkan denda sekitar $ 2.200 peso hingga $ 9.000 peso bagi mereka yang melanggar aturan pelarangan penggunaan kantong plastik tersebut.

Meski pemerintah Kota Meksiko resmi melarang peredaran kantong plastik, namun beberapa penggunaan kantong plastik masih tetap akan diizinkan, seperti penggunaan kantong plastik untuk mengemas daging dingin, daging segar dan sejumlah obat-obatan, dengan alasan kebersihan.

Sebelumnya organisasi PBB untuk lingkungan mengusulkan larangan bertahap penggunaan plastik sekali pakai. Sayangnya negara-negara seperti Amerika Serikat, Kuba dan Arab Saudi menolaknya. Namun di bawah tekanan dunia internasional serta kerusakan lingkungan yang terlihat makin nyata, karena bahkan di dasar Palung Mariana pun terdapat sampah plastik, sedikit demi sedikit banyak negara yang mulai mengikuti usulan pengurangan penggunaan kantong pastik.

Di Kolombia dan Puerto Riko, aturan tersebut telah berlaku sejak tahun 2016. Sementara Chili dimulai pada 2017. Ekuador, Kepulauan Galapagos dan Argentina mengikuti pada 2018. Pada Mei 2019, Peru mengatur wadah sekali pakai dan di Uruguay hanya memperbolehkan jenis kantong plastik biodegradable atau kompos yang dapat diproduksi atau diimpor.

Pada 1 Januari, kota Oregon di Amerika Serikat mulai memberlakukan aturan yang mengharuskan masyarakat untuk membawa tas sendiri saat berbelanja atau membeli kantong kertas.

Sejak Maret 2019, Parlemen Eropa telah melarang penggunaan sedotan, piring, dan peralatan makan dari plastik untuk penggunaan tunggal di seluruh kawasan Euro.

Sementara itu di ibukota Indonesia, Jakarta, akan memulai program pelarangan penggunaan kantong plastik pada Bulan Juni 2020 mendatang.

Sumber: https://sedema.cdmx.gob.mx

 

Comments powered by CComment