IMG 20190507 114636

Setelah sempat tenang selama 10 bulan, Gunung Sinabung kembali erupsi pada 7 Mei 2019 sekitar pukul 07.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut).

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMNG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 42 menit 49 detik.

Hingga saat ini hujan abu masih terus berlangsung dan menyelimuti tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Simpangempat, Berastagi, dan Kabanjahe.

Gunung Sinabung yang berada di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Indonesia tersebut saat ini dalam Status Level IV (Awas).

Pihak PVMNG menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km untuk sektor Utara -Barat, 4 km untuk sektor Selatan - Barat, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan - Tenggara Gunung Sinabung.

Selain itu warga juga diharapkan menjauh didalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara - Timur serta didalam jarak 4 km untuk sektor Utara -Timur Gunung Sinabung.

Sementara masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat.

Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 m dpl ini mengalami erupsi menerus sejak tahun 2013 hingga Juli 2018. Namun setelah 10 bulan tenang, gunung berapi ini kembalu meletus.

Sejak kemarin hingga pagi ini waktu setempat visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama dengan ketinggian 200 meter dari puncak teramati berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal.

Melalui rekaman seismograf pada 6 Mei 2019 tercatat 2 kali gempa Hembusan dan 4 kali gempa Tektonik Jauh.

Comments powered by CComment