Batik Foto 1

Batik adalah kain yang dilukis dengan cairan lilin malam dengan menggunakan alat bernama canting. Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

Di Indonesia, batik biasa digunakan masyarakat dalam berbagai kesempatan, baik untuk acara formal maupun non formal. Berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta, termasuk sekolah-sekolah juga banyak yang menggunakan batik sebagai baju seragam.

 

Foto 2
Karyawan berfoto dengan mengenakan batik (Foto: quetalmexico.com)

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang.

Beberapa jenis motif batik Indonesia yang paling dikenal diantaranya adalah Batik Parang Rusak, Sogan, Megamendung dan Gentongan.

Motif batik Parang Rusak adalah motif batik yang sangat populer di kalangan pecinta batik. Motif batik ini memiliki makna mendalam yaitu perang manusia melawan kehidupan dan nafsu.

Parang berasal dari kata pereng atau miring. Bentuk motifnya berbentuk seperti huruf “S” dengan kemiringan panjang dan bergelombang. Motif Parang tersebar di seluruh Jawa, mulai dari Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Barat.

 

Foto 3
Ilustrasi gambar batik Parang. (Foto: Wikipedia)

 

Sedangkan motif batik Sogan didominasi oleh warna coklat muda dan memiliki motif yang unik seperti bunga dengan aksen point-point atau garis lengkung.

Sebelumnya, batik ini biasa digunakan oleh raja-raja di Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Kesultanan Solo. Namun, sekarang bisa digunakan oleh siapa saja, baik keluarga istana maupun orang biasa.

 

Foto 4
Ilustrasi motif batik Sogan. (Foto: infobatik.id)


Sedangkan Batik Megamendung adalah karya seni batik yang menjadi ikon batik di wilayah Cirebon. Motif batik megamendung bukan hanya terkenal di Indonesia tapi juga hingga ke mancanegara. Bahkan seorang warga negara Belanda bernama Pepin van Roojen menggunakan motif batik ini sebagai sampul untuk buku batiknya yang berjudul Batik Design.


Batik Foto 5
Ilustrasi Batik Megamendung Cirebon (Foto: www.pixabay.com)


Motif batik gentongan dikenal berasal dari Madura. Motif batik ini menggunakan motif abstrak sederhana, tanaman atau kombinasi keduanya. Warna batik Gentongan biasanya mengambil warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau, atau ungu.

Motif batik ini disebut gentongan karena proses pembuatannya menggunakan tong sebagai alat untuk merendam kain. Teknik laras hanya dilakukan untuk satu jenis warna, yaitu indigo. Teknik Gentong untuk pewarnaan batik hanya ditemukan di dua tempat yang terletak di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.


Batik Foto 6
Ilustrasi motif batik Gentongan. (Foto: batikindonesiareview.blogspot.com)


Sementara itu berdasarkan teknik pembuatannya, batik terdiri dari Batik tulis, Batik cap dan Batik lukis.

Batik tulis adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2 hingga 3 bulan.

Sedangkan Batik cap adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 hingga 3 hari.

Batik lukis merupakan batik yang proses pembuatannya dengan cara langsung melukis pada kain putih.

Karena keunikannya, batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.


Sumber:
https://hitput.com/batik-terkenal-di-indonesia/?amp
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Batik

Comments powered by CComment