FB IMG 1559608645624

Kesuksesan Liverpool meraih titel juara Liga Champion Eropa musim 2018/2019 disambut gegap gempita oleh Liverpudlian. The Reds pun berbagi kebahagiaan dengan melakukan selebrasi kemenangan dengan berkeliling kota bersama para pendukungnya. Berikut liputan khusus Florence Nathania langsung dari Liverpool.

Kepala berat. Badan rontok. Ngantuk. Hangover. Itulah yang dialami banyak fans ketika bangun hari Minggu, setelah ruah berpesta hingga subuh, memadati jalanan kota Liverpool pada malam kemenangan Piala UEFA Champions League Eropa 2019.

Tantangan fisik pun harus dilawan bahkan sirna sore itu karena ribuan penggemar, juga dari berbagai penjuru dunia, berkesempatan melihat langsung piala dan pahlawan-pahlawannya berpawai mengelilingi kota dengan bus atap terbuka.

Walaupun pawai dijadwalkan pukul 4 sore, kota sudah memerah sejak pukul 1, kurang lebih waktu yang sama ketika tim mendarat di Bandara John Lennon Liverpool dari Madrid. Klopp, Salah, Mané dan kawan-kawan bergerak dari Liverpool tenggara, mengitari kota, menyisir pinggir Sungai Mersey dan berakhir di The Strand, kawasan di mana terdapat berbagai museum dan ikon kota seperti Gedung Liver dan galangan kapal Royal Albert Dock yang bersejarah itu.

FB IMG 1559681668599

Ribuan fans menantikan kedatangan sang juara UCL (Foto: Florence Nathania)

Sekitar pukul 3, saya sampai di persimpangan jalan depan Universitas John Moore untuk menunggu rombongan. Di pinggir jalan, di bawah jembatan penyeberangan, saya memanjat ke area yang lebih tinggi di mana banyak fans sudah melakukan hal itu sebelumnya, aman dari denda, saya pikir. Tua, muda, balita, scousers, pendatang ramai memadati dan mencari tempat nonton terbaik.

FB IMG 1559608672055

Liverpudlian (Foto: Florence Nathania)

Walaupun rombongan belum tiba, suasana tidak kunjung sepi. Mobil-mobil dan sepeda dengan dan tanpa atribut LFC lalu lalang membunyikan klakson dengan meriah, diselingi teriakan dan nyanyian fans, juga kibaran bendera.

Beberapa mobil terlihat sengaja melalui jalur pawai beberapa kali untuk membangkitkan keseruan kami yang menunggu. Bahkan pengemudi bus-bus kota yang sedang bertugas turut membunyikan klaksonnya ketika melalui jalur tersebut.

Menurut surat kabar lokal, di sana adalah salah satu titik terbaik untuk menonton pawai. Tak salah, saat bus pawai akhirnya lewat sekitar pukul 6 sore, saya pun dapat melihat van Dijk dari jarak kurang dari 10 meter.

Setelah kawalan mobil polisi, bus berisi media lewat terlebih dahulu. Mengikuti di belakangnya kendaraan instrumen hiburan yang membawa pengeras suara untuk memutar lagu-lagu klub, serta menembakkan kembang api dan confetti merah.

Barulah Andy Robertson yang terlihat berada di barisan depan bus dan kawan-kawan lewat, menyapa dan berbagi kebahagiaan dengan para pendukungnya. Satu per satu pemain di sisi kanan bus mulai terlihat, hingga penjaga gawang Alisson Becker yang berada di belakang bus dengan kacamata dan syal melingkar di kepala memamerkan piala kebanggaan kepada publik.

19 06 04 15 34 07 664 Deco

Selamat datang, sang juara! (Foto: Florence Nathania)

Karena LFC adalah tim muda, banyak di antara mereka baru merasakan menjadi juara di kompetisi bergengsi dunia. Terasa energi dan antusiasme selebrasi para pemain muda ini tertularkan kepada kami.

Mengikuti di belakang mereka adalah bus untuk keluarga diikuti ratusan fans yang berhamburan berlari mengikuti rombongan di belakangnya. Kurang puas hanya melihat sebentar saja, usai rombongan melintas, saya dan banyak fans lainnya berjalan mengambil jalan pintas menuju Pier Head, di depan Gedung Liver.

Di sana telah menunggu lebih banyak masa yang memadati jalanan, naik ke gedung-gedung sekitar, bahkan memanjat pagar tinggi gereja dan lampu lalu lintas. Suasana haru namun meriah tercipta saat lagu You’ll Never Walk Alone mulai berkumandang.

FB IMG 1559608975268

Turut merayakan kemenangan The Reds (Foto: Florence Nathania)

Liverpool FC menambah perolehan Piala Champions ini, dan tetap menjadi klub sepak bola Inggris yang paling banyak mengoleksinya, setelah menundukan tim asal London, Tottenham Hotspur, 2-0 dengan gol penalti di menit awal oleh Mohamed Salah dan gol menit akhir Divock Origi.

Klub ini dikenal dengan kedekatannya dengan fans mereka yang tersebar di seluruh dunia. Terdapat 90 fans club resmi di seluruh dunia, termasuk Big Reds di Indonesia.

Di Meksiko ada beberapa fans club non-resmi berbahasa Spanyol dan Inggris, dengan pengikut melebihi 5 ribu orang.

Pesona Liverpool tak lepas dari “Liverpool Way” sebuah frase yang tidak ada definisi pastinya. Saya memaknai konsep ini sebagai spirit interaksi tim dan fans, di mana fans adalah bagian dari tim dan menjadi pemain ke-12 di lapangan hijau. Tak peduli apa hasil akhir pertandingan, Liverpool Way bermakna dukungan dalam suka maupun duka.

Masih ingat harunya aksi para pemain dan manajer bernyanyi bersama fans usai pertandingan semifinal kedua di Anfield? Itulah bukti mengapa LFC selalu disayang dan menyayangi pendukungnya. We’re never gonna stop. Allez allez allez.

 

Florence Nathania adalah seorang jurnalis, traveller dan blogger (https://www.facebook.com/wordsofact/)

Comments powered by CComment