Landscape 4129533 1280

Terkait dengan meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta pada Hari Senin sore, 14 Oktober 2019 pukul 16:31:00 WIB yang menyemburkan awan panas dengan kolom setinggi maksimum kurang lebih 3.000 m dari puncak Merapi, pada saat yang bersamaan terjadi pula aktivitas gempa tektonik di Samudra Hindia.

Gempa tektonik ini berkekuatan M=2,8 terjadi pukul 16.31.56 WIB dengan episenter di laut pada jarak 38 km arah barat daya Bantul.

Peristiwa itu menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai kaitan antara gempa tektonik terhadap meletusnya gunung berapi teraktif di Indonesia itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG/Vice president HAGI Divisi Mitigasi Bencana Kebumian, Dr. Daryono memberikan ulasannya.

Menurut Dr. Daryono, jika mencermati waktu kejadian antara peristiwa letusan dan gempa tektonik, tampak yang terjadi terlebih dahulu adalah meletusnya Gunung Merapi.

Jika gempa tektonik mempengaruhi letusan Merapi, mestinya gempa tektonik terlebih dahulu waktu terjadinya. Teori yang berkembang saat ini adalah, gempa tektonik yang memicu aktivitas gunung api, bukan sebaliknya.

Daryono melanjutkan, secara tektovulkanik, gempa tektonik memang dapat meningkatkan aktivitas vulkanisme, syaratnya kondisi gunung api tersebut sedang aktif, magma cair dan kaya gas. Jika kondisi semacam ini, maka dinamika tektonik di sekitar kantung magma rentan memicu aktivitas vulkanisme.

Gempa tektonik yang bersumber dekat gunung api dapat menciptakan stress-strain yang memicu terjadinya perubahan tekanan gas dalam kantung magma. Stress-strain akibat gempa tektonik di sekitar gunung api dapat menekan cebakan reservoir magma. Aktifnya gunung api dimulai ketika berlangsungnya induksi perambatan stress-strain dari aktivitas seismik akibat gempa tektonik.

Fenomena ini dapat dianalogikan seperti sebuah botol minuman yang dikocok hingga menimbulkan gelembung-gelembung gas yang kemudian bergerak naik, selajutnya menekan bagian atas dan melepaskan sumbatan tutup botol tersebut hingga terjadi letupan.

Sementara itu jika kita mengamati aktivitas gempa tektonik beberapa waktu terakhir di Yogyakarta, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya peningkatan aktivitas seismik menjelang letusan Merapi haris Senin lalu. Sebagai gambaran, sejak awal Oktober 2019.

Screenshot 20191017 094154Aktifitas seismik menjelang Merapi erupsi pada Senin, 14/10/2019 (Foto: Inst. daryonobmkg)

Sumber:
https://www.instagram.com/p/B3tfAQAp7Jv/

 

Comments powered by CComment