Earth 46570 1280

Meletusnya Gunung Merapi pada Minggu, 17 November 2019 pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom letusan yang mencapai sekitar 1000 meter, diduga dipicu oleh gempa tektonik yang terjadi beberapa saat sebelum salah satu gunung berapi teraktif di dunia itu erupsi.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG/ Vice president HAGI Divisi Mitigasi Bencana Kebumian, Dr. Daryono menguraikan analisa mendalam dalam Instagram pribadinya, daryonobmkg, terkait hal tersebut.

Menurut Daryono, sehari sebelum Gunung Merapi meletus, yaitu Sabtu 16 November 2019 pukul 02.54 WIB, pihak BMKG mencatat telah terjadi peristiwa gempa bumi di Sleman dengan magnitudo 2,7 yang berpusat di sekitar Gunung Merapi.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,63 LS dan 110,47 BT tepatnya di darat pada jarak 10 km arah selatan dari puncak Merapi pada kedalaman 6 km. Jarak episenter gempa ini sangat dekat dengan puncak Merapi.

Diungkapkan Daryono, peristiwa tersebut mirip dengan erupsi Merapi pada 14 Oktober 2019 lalu yang juga didahului oleh serangkaian aktivitas gempa tektonik yang berpusat di sekitar Merapi.

Aktivitas peningkatan vulkanisme memang sensitif dengan guncangan gempa tektonik. Secara tektovolkanik aktivitas tektonik memang dapat meningkatkan aktivitas vulkanisme, dengan syarat gunung api tersebut sedang "aktif". Kondisi magma sedang cair dan kaya akan produksi gas. Dalam kondisi seperti ini erupsi gunung api mudah dipicu oleh gempa tektonik.

Catatan Merapi 2001 dan 2006 menunjukkan bahwa sebelum terjadi erupsi juga didahului oleh aktivitas gempa tektonik.

Data lain yang serupa di luar negeri juga menunjukkan bahwa erupsi Gunung Unzen di Jepang dan erupsi Gunung Pinatubo pada 1990 juga dipicu oleh gempa tektonik.

Gempa tektonik dapat meningkatkan stress-strain yang dapat memicu perubahan tekanan gas di kantong magma sehingga terjadi akumulasi gas, yang kemudian memicu terjadinya erupsi.

Meski demikian Daryono mengakui diperlukan kajian empiris yang lebih mendalam untuk membuktikan keterkaitan aktifitas gempa tektonik dengan erupsi gunung berapi.

 

Sumber: Instagram/daryonobmkg https://www.instagram.com/p/B49cG2VHmOt/?igshid=qf2d9f2kackb

 

Comments powered by CComment