Senggigi Beach

Pesona keindahan alam Pulau Lombok yang eksotis dan keunikan budaya masyarakat Suku Sasak membuat pulau tersebut menjadi salah satu destinasi wisata favorit para pecinta travelling.

Nama Pulau Lombok yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir-akhir ini semakin popular di kalangan pecinta wisata. Keindahan alamnya yang mempesona dan keunikan budaya masyarakat Suku Sasak menjadi daya tarik utama yang memikat para wisatawan baik dari dalam maupun manca negara.

Kabar keindahan alam Pulau Lombok itulah yang akhirnya membuat saya memilih untuk berpetualang ke pulau yang terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid itu.

 

Senggigi Beach

Pesawat yang menerbangkan saya bersama dengan seorang teman akhirnya mendarat sekitar pukul 3 sore hari waktu Lombok. Setelah mencocokan jam dengan waktu Lombok, mengingat Lombok lebih cepat satu jam dari Jakarta, kami pun berangkat ke wilayah Senggigi tempat hotel kami berada dengan menggunakan sebuah taksi.

Senggigi merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Lombok. Lokasinya yang strategis membuat sejumlah wisatawan memilih untuk menginap di wilayah tersebut.

Dari Senggigi, kita bisa pergi ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno dengan jarak yang lebih dekat. Pun demikian jika kita ingin berwisata ke Lombok bagian selatan untuk menikmati eksotika pantai-pantainya seperti Pantai Kuta dan Pantai Tanjung Aan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, kami pun tiba di Hotel Senggigi Beach Resort. Sempat terjadi kejadian yang kurang mengenakan sesaat setelah kami melakukan check in di hotel. Pasalnya kami baru menyadari kalau barang-barang kami masih berada di dalam bagasi taksi, sementara taksi sudah melaju pergi.

Dalam kondisi serba panik, staf hotel berinisiatif untuk menelepon perusahaan taksi yang membawa kami ke hotel. Meski sempat ditentang oleh rekan seperjalanan saya, namun akhirnya ia setuju untuk memberikan uang pengganti bensin sekitar 30 ribu Rupiah kepada sopir taksi yang kembali ke hotel untuk mengantarkan barang-barang kami.

Setelah menyegarkan badan dengan siraman air dingin, saya bersama teman memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati keindahan pantai.

Hotel Senggigi Beach Resort terletak tepat di tepi Pantai Senggigi. Kebetulan cottage yang saya tempati juga berada tepat di tepi pantai sehingga hanya diperlukan beberapa meter saja untuk melangkahkan kaki di hamparan pasir pantai.

Pantai Senggigi memiliki pantai yang landai dengan butiran pasir putih nan lembut. Ombak yang sore itu terlihat sedikit ganas akibat kerasnya hembusan angin, dimanfaatkan oleh sejumlah turis asing pecinta surfing untuk berselancar menikmati serunya ayunan gelombang.

Sementara sebagian turis lainnya memilih untuk duduk bersantai di atas pasir putih sembari menunggu datangnya sunshet di ufuk barat cakrawala. Kami pun tidak melewatkan kesempatan itu untuk turut serta menikmati keindahan Pantai Senggigi.

19 06 27 19 22 32 293 DecoPantai Senggigi, Lombok

Beberapa saat kemudian semburat kemerahan di ujung cakrawala yang dinanti pun muncul. Pantulan sunshet yang membuncah menerangi permukaan air laut membuatnya terlihat seperti permadani alam yang menghampar. Sungguh sebuah panorama yang menganggumkan.

Malam harinya kami memulai petualangan wisata kuliner dengan menikmati sejumlah makanan khas Lombok seperti ayam taliwang dan plecing kangkung. Rasa yang pedas dan gurih membuat saya ketagihan untuk menikmati sajian Ayam Taliwang di lain kesempatan.

Ternyata penyuka ayam taliwang dan plecing kangkung bukan hanya orang Indonesia loh. Sejumlah turis asing juga tampak lahap menikmati sajian khas Pulau Lombok tersebut.

Namun bagi yang ingin menikmati sajian menu lainnya, jangan khawatir. Di sepanjang Jalan Senggigi terdapat jejeran kafe, bar dan restauran dengan beragam varian menu yang menggoda, baik menu nusantara maupun menu ala Eropa.

Mayoritas kafe dan restauran di Senggigi hanya beroperasi hingga pukul 12 malam saja. Lewat dari jam tersebut, kafe-kafe dan restauran akan tutup sehingga suasana di sekitar Jalan Senggigi berubah sepi. Meski demikian sejumlah bar masih akan terus beroperasi sampai pagi menjelang.

 

Desa Wisata Sukarara

Keesokan harinya kami memulai menjelajahi Pulau Lombok yang terkenal dengan keindahan pantai dan keunikan budayanya. Destinasi pertama yang kami pilih untuk dikunjungi di hari pertama ini adalah wilayah Pantai di kawasan selatan Pulau Lombok, yaitu Pantai Kuta.

Untuk pergi ke Pantai Kuta, kami memutuskan untuk menyewa sebuah mobil dengan tarif Rp 400.000 hingga Rp 600.000 dengan durasi 8 - 10 jam lamanya. Harga tersebut sudah termasuk dengan BBM dan jasa driver yang juga berfungsi sebagai guide atau pemandu bagi kami.

Petualangan pun dimulai sekitar pukul 8 waktu Jakarta atau 9 pagi waktu Lombok. Karena Senggigi berada di wilayah utara Lombok, maka kami pun harus pergi dengan cara membelah Pulau Lombok untuk dapat mencapai kawasan Lombok Selatan.

Sejumlah pedesaan dengan arsitektur rumah yang unik membuat kami takjub. Melihat antusiasme kami, akhirnya sang guide pun menawarkan untuk mengunjungi sebuah desa wisata yang terkenal dengan kerajinan tenun tradisional atau songket-nya, yaitu Desa Sukarara.

Traditional Lombok ClothesBaju adat Suku Sasak, Lombok

Desa Sukarara yang terletak di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, NTB, merupakan sebuah desa kecil yang menjadi salah satu pusat kerajinan tenun tradisional. Sebagian besar perempuan yang ada di Desa Sukarara bekerja sebagai penenun.

Saat berjalan-jalan kami menjumpai hampir di setiap teras rumah tampak sejumlah perempuan Suku Sasak sedang sibuk menenun. Karena penasaran, saya pun tergoda untuk mencoba belajar cara membuat kain tenun ala Suku Sasak.

Belajar Menenun Ala Suku SasakBelajar menenun ala Suku Sasak

Ternyata prosesnya sangat rumit sehingga hanya dalam waktu beberapa menit saja, saya pun langsung menyerah. Karena rumitnya motif dan teknik menenun Suku Sasak membuat kain tenun yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat tinggi. Tidak heran bila harganya pun lumayan terbilang mahal, yaitu berkisar dari ratusan ribu, hingga jutaan Rupiah.

 

Pantai Kuta Lombok

Setelah puas menikmati keunikan Desa Sukarara, kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi tujuan utama kami, yaitu Pantai Kuta Lombok dan Pantai Tanjung Aan.

Pantai Kuta Lombok terletak di Desa Kuta, Lombok Tengah. Lokasinya berada sekitar 56 km dari ibukota NTB, Mataram. Keunikan pantai ini adalah pasir putihnya yang laksana biji merica. Karena keunikannya inilah Pantai Kuta Lombok disebut juga sebagai Pantai Merica.

Selain keindahan alam yang mempesona, di Pantai Kuta juga kerap diadakan upacara tradisional, yaitu Upacara Bau Nyale. Dalam upacara ini warga setempat akan mencari cacing Nyale di laut.

Menurut legenda, dahulu kala ada seorang putri bernama Putri Mandalika. Parasnya yang sangat cantik, membuat banyak pangeran dan pemuda yang ingin menikahnya. Namun karena tidak dapat mengambil keputusan, ia pun memilih untuk terjun ke dalam laut.

Sebelum terjun, ia berjanji akan datang kembali sekali dalam setahun. Rambut sang putri yang panjang kemudian berubah menjadi cacing Nyale.

Kuta LombokPantai Kuta Lombok

Sayangnya kenyamanan para turis termasuk kami untuk menikmati keindahan Pantai Kuta Lombok sedikit terganggu oleh ulah sejumlah oknum pedagang souvenir yang terkesan memaksa saat menjual barang-barang dagangan mereka.

Jika saja pihak pemda setempat atau pihak pengelola wisata Pantai Kuta Lombok mampu mengkoordinir para pedagang souvenir tersebut, maka sudah barang tentu para turis akan merasa lebih nyaman saat menikmati suasana alam pantai yang menganggumkan tersebut.

 

Pantai Tanjung Aan

Puas menikmati keindahan Kuta Lombok, perjalanan pun dilanjutkan untuk mengunjungi Pantai Tanjung Aan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Kuta Lombok.

Saat menginjakan kaki pertama kali di Tanjung Aan, pandangan saya langsung terhipnotis oleh panorama pantai yang mengagumkan. Hanya satu kata yang tersirat di kepala saya saat itu: Luar biasa!

Pantai Tanjung Aan memiliki panorama yang spektakuler bukan saja dari keindahan pantainya, tapi juga perbukitan yang menghiasi di sekitarnya.

Deburan ombak, pasir yang memukau, gugusan perbukitan nan hijau dan birunya laut laksana kristal bagai lukisan alam dengan nilai estetika yang luar biasa.

Tidak berlebihan rasanya jika Pantai Tanjung Aan dikenal pula sebagai Selandia Baru-nya Indonesia. Untuk Anda pecinta wisata pantai, Tanjung Aan sangat layak berada di daftar teratas kunjungan Anda.

 19 06 27 19 52 02 110 Deco

Pantai Tanjung Aan, Lombok

 

Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air

Terpukau dengan pesona keindahan Pantai Kuta dan Tanjung Aan Lombok yang eksotis tidak membuat petualangan kami untuk menjelajahi Pulau Lombok terhenti. Destinasi di hari selanjutnya untuk dikunjungi adalah Gili Trawangan.

Pulau pesta! Itulah sekilas gambaran saya tentang Gili Trawangan sesaat setelah menginjakan kaki di pulau tersebut.

Gili Trawangan adalah salah satu dari 3 gugusan Pulau Gili yang terletak di utara Pulau Lombok dan berbatasan langsung dengan Pulau Bali, karena letaknya yang tepat berada di Selat Lombok.

Karena kendaraan bermotor dilarang berada di Gili Trawangan, maka untuk menjangkau hotel kami yang berada di belahan lain pulau, kami pun harus menggunakan sebuah kendaraan tradisional yang ditarik oleh seekor kuda yang disebut Cidomo yang saat itu bertarif sekitar Rp 75.000. Cidomo sebenarnya serupa dengan jenis kendaaraan tradisional khas Yogyakarta, yaitu delman atau andong.

Cidomo yang kami tumpangi berderap menyusuri jalanan Gili Trawangan membelah teriknya matahari yang menyengat di siang itu. Sejumlah hotel, kafe dan bar tampak berjejer di sepanjang jalan yang kami lewati.

Hingar bingar musik dari sejumlah bar berpadu dengan pengunjung yang didominasi turis asing seakan menandai kalau pulau indah ini tak pernah sepi dari pesta. Bali-nya Lombok, demikian salah satu sebutan untuk Gili Trawangan.

Gili TrawanganPanorama Pantai Gili Trawangan

Namun bagi Anda yang menyukai suasana yang lebih tenang, Gili Meno dan Gili Air lebih direkomendasikan untuk dikunjungi.

Gili Meno dan Gili Air menawarkan destinasi wisata pantai yang tidak kalah mengagumkan. Suasana yang tenang dan pantai yang indah menjadikan wilayah ini sangat cocok sebagai destinasi bagi pasangan yang hendak berbulan madu.

Selain panorama pantainya yang mempesona, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air juga memiliki panorama alam bawah laut yang spektakuler. Karenanya jika Anda berkunjung ke Gili Trawangan, Gili Meno atau Gili Air, sempatkan diri Anda untuk menyelami eksotika alam bawah lautnya.

Scuba diving dan snorkeling bisa menjadi pilihan untuk dapat menikmati keindahaan coral yang mempesona, beragam ikan nan cantik dan penyu raksasa yang unik.

Jadi tunggu apalagi? Ayo berwisata ke Pulau Lombok dan jelajahi pesona keindahan alamnya!

Comments powered by CComment