Tequis   Plaza Miguel Hidalgo 800x600

Pesona Tequisquiapan, yang oleh warga setempat biasa disebut Tequis, terlihat jelas di pusat kotanya yang sibuk, penuh dengan bangunan kolonial, sementara di pinggirannya terdapat lanskap semi-gurun yang menjadi ciri khas negara bagian Querétaro, Meksiko.

Tequisquiapan berjarak sekitar 170 km dari ibukota Meksiko, Mexico City. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai kota ini dengan menggunakan kendaraan roda empat. Saya beruntung dapat melewatkan akhir pekan di kota yang indah ini.

Kata "Tequisquiapan" berasal dari bahasa Nahuatl yang terdiri dari akar Tequexquitl (Tequesquite), Atl (air) Apan (tempat), yaitu, tempat air dan tempat minum teh, yang ada hubungannya dengan air panas yang mengalir di sungai bawah tanah.

Seorang kenalan saya, yang tinggal di pinggiran kota, di lingkungan yang tenang jauh dari pusat kota yang bising, menerima saya pada hari Jumat sore di rumahnya. Setelah saling sapa dan berbagi makanan ringan kami pun memutuskan untuk tidur untuk bangun lebih awal dan mengunjungi tempat-tempat menarik di sekitar kota. 

Tequis   Presa Centenario 800x369
Bendungan Centenario

Pada keesokan harinya, seusai menikmati sarapan roti dan secangkir kopi, tempat pertama yang kami kunjungi adalah Bendungan Centenario di pinggiran Tequisquiapan, yang berfungsi sebagai cadangan air untuk pertanian lokal.

Tempat tersebut sebenarnya dianggap telah terkontaminasi oleh bakteri dan limbah industri. Namun mungkin karena musim hujan, air dan tepian sungai saat itu tampak bersih dengan panorama spektakuler yang menenangkan di sekitarnya.

Tequis   Estacin Bernal 800x369Stasiun Lama Bernal

Perhentian berikutnya dalam petualangan kami adalah Stasiun lama Bernal. Stasiun ini sekarang sudah tidak digunakan lagi. Sebelumnya selama lebih dari 100 tahun, stasiun lama Bernal menjadi salah satu stasiun kereta api yang digunakan warga yang hendak bepergian dari dan ke Bernal. Sisa-sisa kesibukan Stasiun lama Bernal saat ini masih terlihat dengan masih berdirinya kantor stasiun dan sebuah lokomotif tua.

Meskipun stasiun Bernal tidak digunakan selama bertahun-tahun sejak kereta penumpang berhenti beroperasi, namun rel keretanya tetap digunakan oleh Kereta api barang yang masih berlalu lalang melewati stasiun tua ini hingga sekarang.

Tequis   Tren De Carga 800x369
Sebuah kereta barang tampak melewati Stasiun Lama Bernal

Di sepanjang rel kereta di sekitar Stasiun lama Bernal, tampak rerimbunan pohon liar khas gurun tumbuh alami di pinggir-pinggir jalan dan perbukitan.

Tequis   Mezquite En Estacion Bernal 800x369
Pohon Mesquite di pinggir jalan

Sahuaros, kaktus setinggi 3 meter dan garambullos (kaktus manis yang digunakan penduduk setempat untuk membuat permen salju) serta pohon mesquite dengan buahnya yang mirip dengan kacang panjang atau lamtoro, tampak tumbuh subur di tanah yang sedikit gersang, menjadi habitat alami dari sejumlah hewan liar seperti kelinci, babi, tupai dan ular.

Tequis   Sahuaros Garambullos Y Mezquites 800x450
Mesquites, Garambullos dan Sahuaros

Saat matahari mulai di atas kepala, kami pun memutuskan untuk mengunjungi pusat kota Tequisquiapan sebelum menikmati makan siang di sebuah restoran lokal.

Untuk mencapai pusat kota tersebut, kami melewati sebuah jembatan cantik tersembunyi yang biasa dilalui warga setempat.

Tequis   El Puente 800x600
Jembatan tersembunyi nan cantik

Di bawah jembatan tampak sungai jernih mengalir dengan gemericiknya yang mengingatkan saya akan suasana pegunungan di Indonesia. Sementara akar-akar dari pepohonan tua tampak membelah aliran sungai laksana cakar raksasa yang menghujam ke dasar sungai.

Tequis   Bajo El Puente 800x600
Sungai di bawah jembatan

Setelah melewati jembatan dengan aliran sungainya yang eksotis, kami pun melewati Taman La Pila. Nama taman ini diambil dari tumpukan kontainer tempat penyimpanan air pada jaman dahulu.

Tequis   Entrada A Parque La Pila 731x600 Pintu masuk Taman La Pila 

Di dalam Taman La Pila, tumpukan dan saluran untuk memasok air sudah tidak lagi digunakan. Taman La Pila saat ini merupakan sebuah tempat yang sempurna bagi wisatawan dan penduduk setempat untuk berjalan-jalan bersama keluarga di bawah naungan pohon sabino (pohon asli khas Meksiko).

Tequis   Acueducto La Pila 800x522Saluran air di Taman La Pila

Setelah hampir 30 menit berjalan kaki dengan melewati jalan-jalan berbatu yang sempit, kami pun akhirnya tiba di Plaza Miguel Hidalgo, pusat kota Tequisquiapan.

Hal pertama yang kami lihat adalah Paroki Santa María de la Asunción yang berdiri megah di alun-alun kota. Paroki ini merupakan kuil religius bergaya neoklasik yang dibangun dengan batu merah muda pada tahun 1874.

Tequis   Parroquia Sta Maria De La Asuncion 800x600
Paroki Santa María de la Asunción

Di sekitar alun-alun terlihat kios toko tambang dan pandai besi, restoran, bar dan klub seolah memagari pusat kota yang tampak hiruk pikuk oleh ratusan wisatawan yang berkunjung saat itu. Keriuhan yang khas dengan warna-warni selayaknya kota-kota di Meksiko.

Dengan keindahan alam dan pesona kota khas kolonial berpadu dengan keunikan budayanya, Tequisquiapan pun mendapat gelar "Kota Ajaib" pada 16 Oktober 2012.

Tequis   Algarabia En Tequisquiapan 800x369
Alun-alun Tequisquiapan

Saat matahari mulai terbenam, kami pun melanjutkan petualangan di kota nan indah ini. Di tengah perjalanan kami melewati sebuah monumen unik yang dikenal sebagai "Monumen Pusat Geografis".

Monumen ini berbentuk tripod dengan pendulum dalam bentuk tetesan yang tergantung pada cembung dan representasi lega dari Republik Meksiko.

Tequis   Letrero Monumento 800x582
Informasi mengenai Monumen Pusat Geografis

Monumen ini dibangun oleh Venustiano Carranza, sebelum ia menjadi presiden, yang sering bepergian ke kota tersebut untuk menikmati sumber air panas.

Kabarnya ia memerintahkan pembangunan monumen tersebut hanya karena iseng. Pasalnya tidak terdapat pusat geografis di kota itu. Meski demikian monumen tersebut tetap menjadi salah satu daya tarik Kota Tequisquiapan.

Tequis   Monumento Al Centro Geografico 431x600
Monumen Pusat Geografis

Sayang sekali perjalanan kami di Tequisquiapan harus selesai untuk sementara mengingat kami harus kembali ke Mexico City pada keesokan harinya.

Masih banyak destinasi wisata di kota ini yang belum sempat kami kunjungi seperti Kuil Our Lord Jesus dan the Holy Trinity, pasar kerajinan tradisional, pusat kebudayaan, Museum Keju dan Anggur, Museum Konstitusi, sumber air panas, Tambang Opal, dan lain-lain.

Selain daya tarik tersebut, Tequisquiapan juga memiliki sejumlah festival unik yang layak untuk dikunjungi. Berikut agenda kegiatannya:

- Dari 27 hingga 30 Maret Perayaan Pekan Suci.

- Pada 22 Juli, Hari Jadi Yayasan Kota.

- Pada tanggal 15 Agustus, Pesta Pelindung: Santa María de la Asunción.

- Pada 8 September, Kelahiran Maria.

- Dari tanggal 16 hingga 22 Desember, penginapan dengan kendaraan hias.

- Dan selama bulan Juni, Juli, Agustus, dan September, tur ke rute keju dan anggur, mengunjungi kebun anggur dan ruang bawah tanah di dekatnya, untuk merayakan festival panen raya.

Comments powered by CComment