Halong Bay   Vietnam

Pagi baru dimulai saat pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandara Noi Bai international airport Hanoi, Vietnam utara. Ini kedua kalinya saya menjejakkan kaki di Vietnam setelah sebelumnya pada tahun 2011, saya mengunjungi Saigon, Ho chi Minh, Vietnam selatan.

Noi Bai International airport tidak terlalu megah. Begitu selesai urusan imigrasi, hanya perlu berjalan sebentar sudah berhadapan dengan pintu keluar utama.

Bus bernomor 86 yang saya cari terletak di sisi kiri di luar pintu utama airport. Hanya dengan tiket seharga 35.000 VND atau sekitar Rp. 22.000, bus nyaman berwarna kuning yang mirip dengan TransJakarta ini membawa saya menuju ke pusat kota Hanoi.

Mayoritas backpacker dari berbagai negara menggunakan bus ini karena harganya yang lebih murah jika dibandingkan dengan taksi atau angkutan online seperti Grab car.

Hanoi merupakan ibukota Vietnam yang dahulu berfungsi sebagai ibukota Vietnam Utara. Terletak di tepi kanan Sungai Merah, Hanoi memiliki iklim yang lembab; saat musim panas sangatlah panas dan lembab, namun pada musim dingin, relatif dingin dan kering.

Pada Bulan Februari tahun ini Hanoi masih dingin dan berkabut. Hujan juga masih turun. Karenanya jaket dan jas hujan harus selalu disiapkan kemana pun kita melangkah.

Vietnam yang bernama resmi Republik Sosialis Vietnam ini merupakan negara paling timur di Semenanjung Indochina, Asia Tenggara. Berbatasan dengan Tiongkok di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya sementara Laut China Selatan membentang di bagian timur.

Sebagai backpacker muslim, tantangan saya di setiap perjalanan adalah mencari makanan halal. Makanan halal di Hanoi tidaklah sulit, meski juga tidak mudah ditemukan.

Di areal Masjid Al Noor, Hang Luoc street ada kantin kecil yang menyediakan makanan halal dengan menu-menu yang sangat enak. Sore setelah istirahat sejenak, saya pun memasuki kantin kecil itu dan bertemu banyak muslim dari berbagai negara.

Seperti layaknya saudara yang lama tidak berjumpa, kami langsung akrab dan berbagi kursi. Beberapa orang lelaki bahkan makan di emperan masjid karena kursi kantin sudah penuh. Saya setuju dengan saudara dari Malaysia bahwa makanan di sini sangat enak. Bahkan hanya dengan menu tumis kangkung saja rasanya luar biasa. Mungkin juga karena saya sangat kelaparan.

Tak hanya di Masjid Al Noor, saya juga mencoba restaurant halal India PK Spice Restaurant di Hang Manh street yang terletak di kawasan Old Quarter.

Kawasan Old Quarter Hanoi, Vietnam
Kawasan Hanoi Old Quarter, Vietnam 

Hanoi Old Quarter merupakan tempat yang terdiri dari 36 ruas jalan dan telah berusia lebih dari 1000 tahun. Berbagai gerai toko berada di ruas jalan ini seperti cinderamata, obat-obatan herbal, baju, sutera pelangi, bunga dan banyak lagi. Ruas-ruas jalan ini dinamai berdasarkan produk yang dijual.

Old Quarter menurut saya sangat menarik, apalagi di kawasan ini juga terdapat beberapa tempat wisata seperti Ba Ma Temple, Danau Hoan Kiem, Ngoc Son temple, Viatnemese Women’s Museum, Dong Xuan Market dan beberapa tujuan wisata menarik lainnya.

Saya lebih suka berjalan kaki menyusuri 36 ruas jalan di Old Quarter meskipun bisa menggunakan Cyclo, atau becak khas Vietnam. Setelahnya bisa berjalan menuju tepi danau Hoan Kiem untuk duduk menikmati senja.

Danau Hoan Kiem Hanoi   VietnamDanau Hoan Kiem Hanoi, Vietnam

Keesokan harinya saya bertemu dengan empat backpaker dari Australia, Philipina, Malaysia dan Brazil dalam perjalanan menuju Teluk Ha Long (Ha Long Bay). Keempatnya solo traveler yang dipertemukan dalam bus menuju Halong Bay dan sudah pernah berkeliling Indonesia sampai ke lekuk-lekuknya, sementara saya yang asli Indonesia malah belum.

19 04 21 23 42 12 945 DecoHalong Bay, Vietnam
Ha Long Bay, Vietnam

Teluk Ha Long merupakan teluk di sebelah utara Vietnam yang berbatasan dengan Tiongkok dan berjarak sekitar 170 km dari Hanoi. Saya memesan paket tour dari Klook karena tidak bisa pergi naik motor sendirian dan juga tidak tahu caranya jika harus pergi sendirian. Klook menurut saya sangat recomended karena profesional pelayanan dan guidenya yang tanggap juga ramah.

Saya dijemput di hotel dan bertemu peserta lain di salah satu jalan kawasan Old Quarter dan pulangnya diantar ke jalan dekat hotel lagi. Bus yang saya naiki juga bagus dan nyaman, termasuk makanan dan kapal di Ha Long Bay. Bahkan request halal food saat memesan tiket secara online juga disediakan ketika makan bersama di kapal. Secara khusus sang guide menyajikan sepiring makanan halal khusus.

Sejak tahun 1994 Teluk Ha Long telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco. Bahkan pada tahun 2012, teluk ini menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia versi New 7 Wonders Foundation.

Halong Bay 2   Vietnam19 04 21 23 40 10 951 Deco
Ha Long Bay, Vietnam

Teluk ini terdiri dari 1900 lebih pulau-pulau kapur yang menjulang dramatis. Beberapa pulau memiliki goa yang besar dan cantik seperti goa Hang Dau Go yang merupakan goa terbesar di kawasan Ha Long.

19 04 22 00 09 51 269 DecoSalah Satu Goa Di Gugusan Pulau Di Halong Bay   VietnamSalah satu goa di gugusan pulau di Ha Long Bay, Vietnam

Mengunjungi teluk ini, saya seperti diseret ke tempat asing yang mistis dan luar biasa indah. Kabut yang menyelimuti pulau-pulau kapur yang menjulang itu menambah kecantikan teluk ini.

Hanoi yang cantik, penduduknya yang ramah dan teman perjalanan saya yang menyenangkan, membuat perjalanan singkat saya sangat berkesan.

Saat resepsionis meminta maaf jika ada kekurangan selama saya tinggal di sana, lalu bersama tiga petugas hotel lainnya mengantarkan saya ke mobil yang akan mengantar saya ke bandara, mendadak saya gelisah. Saya seperti hendak berpisah dengan saudara-saudara saya sendiri. Saya enggan pergi, tetapi pejalan harus terus berjalan meski hati saya tertambat di Hanoi.

 

Tary Lestari, Author, Scriptwriter & Blogger:
www.seribulangkah.com

Comments powered by CComment