Bali 2685538 1280

Bali adalah salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Selain memiliki panorama alam yang spektakuler, Pulau Dewata juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi nan unik dengan latar belakang sejarah yang menakjubkan. Salah satu destinasi yang paling menarik untuk dikunjungi di Bali adalah Tanah Lot.

Tanah Lot merupakan salah satu lokasi wisata yang terletak di sebuah batu lepas pantai yang indah di Kabupaten Tabanan, Bali. Tanah Lot atau ‘Tanah di Laut’, adalah kuil Hindu yang diyakini telah berusia sekitar 500 tahun.

Sebuah perpaduan antara mitologi Bali dan Hindu, dasar candi diukir dengan ular laut dan menawarkan sumber air suci alami, memberikan pengunjung pengalaman estetika dan spiritual yang berbeda dari yang lain.

Pura Tanah Lot dapat ditemukan sekitar 300 meter (lebih dari 980 kaki) di lepas pantai pulau. Ini adalah salah satu dari tujuh candi yang berada di sepanjang pantai Bali. Bahkan, dari candi batu yang indah ini, Anda dapat melihat situs candi Pura Ulu Watu di tebing di sebelah selatan, dan sapuan air biru yang panjang ke barat, dekat Negara.

Puncak Tanah Lot hanya boleh dikunjungi oleh para pendeta dan penduduk lokal Bali, namun para wisatawan tetap diizinkan untuk berjalan-jalan di dasar candi dan menerima berkah dari kuil kecil di sana.

Karena arsitekturnya yang mencengangkan dan permukaan batu yang rumit, bersandar di perairan Indonesia yang menakjubkan dengan pemandangan matahari yang cerah, Tanah Lot dianggap sebagai surga bagi pecinta fotografi.

Tanah Loa   Distance
Pengunjung mendekati Pura Tanah Lot (Photo: Albert Dezetter en Pixabay)

Saat turun, yang pertama kita saksikan adalah panorama kuil dari sisi tebing. Menjelang sore, jalur ini dipenuhi oleh penduduk lokal dan para wisatawan yang hendak menyaksikan sajian panorama spektakuler saat matahari terbenam di batas cakrawala dengan latar Pura Tanah Lot yang menjulang di lepas pantai.

Tanah Lot diyakini dikandung oleh seorang pengembara Hindu abad ke-16 dan tokoh agama bernama Danh Hyang Nirartha. Saat bepergian melalui Bali, ia mencari perlindungan di sebuah batu di pantai Tabanan. Batu ini secara lokal dikenal sebagai Gili Beo.

Saat beristirahat di sana, ia dikunjungi oleh nelayan setempat yang menawarkan makanan dan hadiah. Setelah menghabiskan satu malam di atas batu, dan kewalahan oleh semangat yang menenangkan dari daerah itu, ia mengatakan kepada penduduk setempat untuk membangun sebuah kuil di sana untuk menyembah dewa-dewa laut Bali.

Tanah Loa   Acantilado
Panorama Tanath Loa dari tebing (Foto: kolibri5 en Pixabay)

Pada awalnya, gagasan Nirartha untuk sebuah kuil mendapat perlawanan dari kepala adat setempat. Namun, Nirartha diyakini telah memenangkannya melalui tindakan ajaib dengan memindahkan Gili Beo ke posisi saat ini di laut dengan tangannya sendiri. Di atas batu inilah kuil Tanah Lot dibangun untuk Dewa Baruna, sang dewa laut.

Sebelum pergi, Nirartha memberi keris, sebuah belati Indonesia asimetris yang diyakini memiliki kekuatan sihir, kepada kepala adat setempat.

 

Sumber:
https://hitput.com/sejarah-tanah-lot-bali/?amp

 

Comments powered by CComment